HNSI Berharap Bantuan Rumah Nelayan yang Rusak

47-maman
Peran Strategis Kader NU Untuk Kembalikan Kejayaan PPP
07/12/2020
Masruhan_5
PPP Jateng Ungkap Adanya Pemikiran Baru di Internal Partai Pasca Muktamar IX
23/12/2020

HNSI Berharap Bantuan Rumah Nelayan yang Rusak

IMG_Saiful_Hakim_323

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Semarang Saiful Hakim berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib nelayan Tambak Lorok Kelurahan Tanjungmas yang tertimpa angin kencang disertai ombak besar di musim barat mengakibatkan rumah nelayan rusak.

"Ada 18 KK warga nelayan Tambaklorok yang mengungsi karena rumahnya rusak diterjang angin kencang dan ombak besar yang merambah dipemukiman nelayan di musim barat yang diiringi dengan angin kencang dan ombak besar," kata Saiful Hakim, Jumat (11/12/2020).

Dikatakan Saiful Hakim, pemerintah agar peduli dengan nasib nelayan yang tertimpa musibah angin kencang dan rob yang mengakibatkan rumah rusak. Nelayan saat ini lagi tertimpa bencana alam.

"Bagi nelayan yang mengungsi supaya dijamin kesehatannya dan perlu mendapatkan jaminan kesejahteraan dan bantuan ekonominya," kata Saiful Hakim.

Lalu, kata Saiful, rumah warga nelayan yang rusak, pemerintah agar mendorong kerjasama dengan warga untuk saling membantu rumah nelayan Tambaklorok yang rusak (gotong royong) supaga timbul rasa kasih sayang sesama warga.

Trauma</p>

Tokoh masyarakat Tambaklorok Budi Utomo berharap agar pemerintah segera memberikan bantuan kepada korban bencana angin kencang ombak besar.

"Rata-rata rumah yang rusak ada di RW 16 Tambaklorok Kelurahan Tanjungmas. Warga trauma karena musim barat angin kencang dan ombak besar masih menyelimuti warga di pantai," kata Budi Utomo.

Menurut cerita Budi Utomo peristiwa itu terjadi pada malam minggu sekitar pukul 23.30 wib di kampung tambak rejo RW16 tejadi gelombang besar yang mengakibatkan Dam roboh sehingga gelombang besar masuk ke sungai menghantam perahu dan benturan dengan beton cor sabuk pantai dan mengakibatkan kerusakan yang sangat fatal.

Rumah warga Tambak Rejo yang saya ketahui itu memang gelombang & angin sangat kencang sehingga banyak yang hancur.

"Permintaan kami sebagai warga Tambaklorok meminta kepada pemerintah kota untuk segera memperbaiki dam yang roboh atau membuat sabuk pantai dimana bisa mengurangi atau memecah gelombang yang besar masuk ke sungai," kata Budi Utomo. (semarangsekarang.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *