Ini Kata PPP soal Kepindahan Lulung ke PAN

d8aaee6ce97acf20b8c5
PPP Minta Komisi II Panggil Mendagri
19/06/2018
pilkada-jateng-120118-2
Pilgub Jateng 2018: Ganjar Pranowo Figur Pilihan Menurut Riset Indo Barometer
21/06/2018

Ini Kata PPP soal Kepindahan Lulung ke PAN

lulung-2821-4dff-8295-9d6c50a3e2b1

Jakarta - Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana (Lulung) berpindah ke PAN dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Menanggapi kepindahan tersebut, Ketua DPW PPP DKI Jakarta Abdul Azis mengaku menghormati keputusan Lulung tersebut.

"Jadi ya kita hormati saja pilihan Lulung jika memang harus pindah partai karena kami sudah berusaha untuk melakukan pendekatan politik. Dan perlu diingat bahwa Lulung menjadi pimpinan DPRD lewat PPP, maka jika berjiwa kesatria hendaknya mengundurkan diri tidak berkoar-koar menggunakan fasilitas pimpinan DPRD yang didapat melalui PPP," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (19/6/2018).

Mengenai keinginan Lulung menduduki Ketua DPW PPP DKI, dia berpendapat Lulung tidak lagi menjabat Ketua DPW PPP DKI bukan karena pilkada, melainkan karena memang hasil Muswil PPP DKI yang menetapkan dirinya sebagai Ketua DPW DKI.

"Sedari awal Lulung merupakan loyalis Djan Faridz yang melawan Pak Rommy. Kemudian ketika Pak Rommy menang secara hukum dan politik, dia minta tetap dijadikan ketua DPW," sebut Abdul Azis.

Hal ini, menurutnya, membuat pendukung Rommy keberatan. Lulung pun dianggap sudah kalah.

"Selaku politisi, Lulung tidak gentle mengakui kekalahan dalam proses politik. Hanya nunggu durian runtuh saja," tambah dia.

Menurutnya, DPP PPP yang sah sudah sering mengalah dan menawarkan beberapa kompensasi kepada Lulung, termasuk tidak diganti dari jabatan Wakil Ketua DPRD dan dijadikan salah satu pengurus harian DPP.

"Terus terang saja untuk saat ini kalau jabatan ketua DPW tak bisa dipenuhi karena itu tidak mungkin, baik secara politik maupun etika," ujar dia lagi.

Sedangkan terkait klaim Lulung dipecat dari jabatan ketua DPW gara-gara persoalan DKI, Abdul Azis mengatakan yang melakukan pemecatan itu adalah DPP Djan Faridz, yang memang mendukung Ahok.

Sedangkan DPP PPP hasil muktamar Pondok Gede tidak pernah mengeluarkan keputusan resmi untuk mendukung Ahok di DKI Jakarta.

"Jika Lulung pindah partai sebenarnya juga bukan sesuatu yang baru karena hanya pengulangan sejarahnya saja. Sebelum masuk PPP, dia pernah maju caleg dari parpol lain pada tahun 2004 dan tidak terpilih. Baru ketika masuk PPP, dia terpilih saat maju caleg pada Pemilu 2009," imbuhnya.

Terkait kabar hengkangnya Lulung dari PPP karena dianggap PPP meninggalkan umat, Abdul Azis juga angkat suara.

"Itu hanya klaim Lulung saja untuk mencari pembenaran. Terbukti berdasarkan hasil survei, justru PPP yang dinilai dekat dengan umat Islam, termasuk perjuangan di bidang program legislasi di DPR," tutup dia. (detik.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *