Labana Kab.Semarang Gelar Nobar Perjuangan Raiz Akbar, KH.Hasyim Asy’ari

masruhan143
PPP Jateng: Nasionalisme Santri Dibutuhkan untuk Bangsa
23/10/2020
IMG_20201030_002408
PPP Jateng Protes Keras Sikap Presiden Prancis
30/10/2020

Labana Kab.Semarang Gelar Nobar Perjuangan Raiz Akbar, KH.Hasyim Asy’ari

Mujib2

Laskar Serba Guna (LABANA) Minggu (25/10/20) kemarin bersama BISON menggelar nonton bareng (Nobar) jejak Perjuangan Raiz Akbar, KH.Hasyim Asy'ari, di Gedung (DPCPPP), Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang.

Nobar yang digelar dalam Rangka Peringatan Hari Santri Nasional, juga dihadiri Ketua (DPC PPP) Kabupaten Semarang, Nurul Huda, Ketua FPPP, Kabupetan Semarang, H.Zaenudin dan Calon Bupati Semarang, Hj.Bintang Narsasi Mundjirin,S,Pd.

Dalam sambutannya Nurul Huda menuturkan, walau Labana Kabupaten Semarang belum lama berdiri, namun sudah bersama-sama bekerja dengan partai persatuan pembangunan dan berbagai aksi kegiatan sosial.

Nurul menandaskan, bahwa Partainya berkomitmen akan memperjuangkan dan mendoakan untuk kemenangan Hj.Bintang Narsasi Mundjirin dalam pilkada tahun 2020.

Kita akan perjuangkan dan kita doakan untuk memenangkan Hj.Bintang Narsasi Mundjirin pada pilkada tahun 2020 ini, tandasnya.

Dikatakan Nurul, bahwa untuk Wanita Persatuan Pembangunan (WPP), dirinya meminta waktu yang tidak lama, sebelum pilkada sudah harus bisa mengumpulkan kader-kader wanita, menurutnya WPP sudah dipresentasikan di tiap-tiap kecamatan minimal ada lima orang, untuk itu biar bisa lebih erat, lebih kuat ikatannya pada waktu-waktu dekat ini.

Dan saya selaku ketua DPC PPP Kabupaten Semarang bisa lebih mengenal dan lebih bisa mengidentifikasi, kwantitas dan kapasitas di ranah politik pilkada ini, katanya.

Dijelaskan Nurul, DPC PPP akan selalu mengakomodir usulan dan gagasan yang diajukan oleh labana terkait dengan nonton bareng ini.

Nurul mengaku, dirinya selaku ketua DPC dan sekaligus kader NU ini, sering berkeluh kesah pada temen-temen sepengurusan di PPP, yang notabenya kaum Nahdliyin. Keluh kesah Nurul bukan tanpa alasan.

Menurut Nurul, dia cemburu dan iri kepada Nahdatul Ulama (NU), struktural yang pada kontek dasarnya, bahwa (NU) harus berdiri netral dan independen memelihara dan melindungi serta mengayomi seluruh jama'ah nya, yaitu para kaum Nahdliyin.

Namun pada prakteknya bapak-bapak pimpinan kita, yang kita berikan kepercayaan di struktur PT.Nahdatul Ulama (NU) di kabupetan semarang, kurang mampu untuk mengemban amanah itu, ujarnya.

Lebih lanjut Nurul mengungkapkan kritikan pada PCNU, jika hal tersebut dilanjutkan terus menerus maka dia dan teman-teman dari warga Nahdliyin, suatu saat pasti akan meminta pertanggung jawaban atas tidak kekonsitenan pimpinan cabang NU.

Kita rasakan di even-even politik termasuk Pilkada seperti saat ini. Kami menjunjung tinggi tentang eksistensi keberadaan NU secara nasional, terbukti di beberapa even kami selalu melibatkan diri untuk mengagungkan keberadaan NU, maka melalui momentum ini, kami memberikan ekspresi tegas dan faktual pada seluruh masyarakat Kabupetan Semarang khususnya, ungkap Nurul.

Nurul mengaku, bahawa dirinya tetap konsisten turut mengagungkan Syeh Hasym Asy'ari pendiri (NU) yang notabenenya sebagai sebagai simbul kekuatan, terinspirasi ber NU di bumi Nusantara.

Untuk itu kepada beliau Syeh KH Hasym Asy'ari, dan harapan kita semua, beliau tetap menjadi kekasih Allah dan kekasih umat islam pada Umumnya, sekalipun kita tidak diakomodir oleh Pimpinan, tidak dianggap sebagai orang NU, karena kalau kita tidak ikut mereka kita tidak dianggap orang NU, emangnya NU ini milik siapa?, ucapnya.

Ditambahkan Nurul, bahwa kredibilitas sebagai Pimpinan atau personal Pimpinan Cabang, Pimpinan Wilayah bahkan Pimpinan Pusat kalau tidak konsisten terhadap komitmen untuk membesarkan NU, memelihara NU sebagai Wadah Umat Nahdliyin seluruh Indonesia, Nurul menegaskan, dirinya tidak akan mengatakan bahwa mereka kader- kader NU yang sesungguhnya.

Ini Saya tegaskan secara live, artinya saya ingin mempertanggung jawabkan segala yang sudah saya katakan, ini bentuk komitmen saya sebagai kader (NU) yang benar-benar ingin menjadikan NU sebagai wadah untuk umat yang memberikan berkah rahmad bagi seluruh yang ada di dalamnya ini,” pungkasnya. (suarakpk.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *