Masruhan Juga Sayangkan Pembatalan Munas Ulama NU di Rembang

misbah
PPP Membuka Pendaftaran Cabup Cawabup Untuk Pilkada Blora
12/03/2020
misbah_20200314_111736
Dalam Satu Hari, 4 Orang Daftar Di PPP
14/03/2020

Masruhan Juga Sayangkan Pembatalan Munas Ulama NU di Rembang

masruhan-rapimwil

SEMARANG – Pembatalan Munas Ulama NU yang rencananya akan digelar di Sarang Rembang disesalkan Masruhan Samsuri, pengurus ‘Awan PWNU Jateng. Pembatalan tersebut dilakukan mendadak dan tanpa ada pemberitahuan resmi.

“Adanya penundaan Munas Ulama NU ini, kami sebagai warga NU sangat menyayangkan,” kata Masruhan Samsurie, Kamis (12/3/2020).

Masruhan yang juga Ketua DPW PPP Jateng ini, yang disayangkan adalah cara pembatalan atau penundaanya. Karena penundaan dilakukan tanpa ada pemberitahuan dengan mengutus seseorang.” “Kalau soal Corona bisa dipahami karena memang lagi menjadi gerakan seluruh dunia atas wabah tersebut. Tapi, seyogyanya PBNU mengutus orang untuk menyampaikan keputusan.penundaan tersebut kepada panitia penyelenggara dengan memberi kejelasannya,” ucapnya.

Dikatakan Masruhan, panitia penyelenggara di Sarang juga menyayangkan juga cara penundaan tersebut. Ungkapan kekecewaan disampaikan KH Majid Kamil, salah satu putra KH Maimoen Sumber yang komplek pesentrennya dijadikan tempat Munas.

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama ditunda akibat masih mewabahnya virus Corona. Penundaan berlangsung hingga ada pengumuman lebih lanjut.

Dalam surat pemberitahuan, Kamis (12/3/2020), penundaan diambil bukan karena kepanikan atau kecemasan. Namun semata-mata untuk kemaslahatan bersama. Surat tersebut ditandatangani Pengurus Besar NU, termasuk Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj.

Penundaan merupakan upaya membangun kewaspadaan dan membantu pemerintah dalam mencegah meluasnya penularan Virus Corona. Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2020 awalnya akan dilakukan pada 18-19 Maret 2020.

Badan Kesehatan Dunia WHO telah menetapkan virus Corona atau COVID-19 sebagai pandemi. Saat ini ada sekitar 118 ribu kasus infeksi COVID-19 di lebih dari 110 negara dengan risiko penyebaran yang lebih luas.

Bagaimana tanggapan tuan rumah? Keluarga almarhum KH Maimoen Zubair yang menjadi tuan rumah menyesalkan penundaan ini.

“Sebetulnya, penundaan dari PBNU yang tanpa konfirmasi langsung ke keluarga ya memang agak kecewa. Kami masih membutuhkan keterangan-keterangan dari PBNU. Katanya hari ini akan ke Sarang, tapi sampai sekarang saya pantau belum ada,” kata putra Mbah Moen, Majid Kamil MZ kepada detikcom, Kamis (12/3/2020).

Kamil mengaku sudah menerima alasan penundaan Munas dari surat edaran karena wabah virus Corona. Hanya saja pihaknya menyesalkan penundaan ini tidak disertai dengan anjuran pemerintah.

“Kalau ini sudah keputusan PBNU dan didasari Pemerintah yang menyuruh, pasti keluarga lapang dada. Cuma kok PBNU tidak ada dasarnya untuk menunda, hanya dikarenakan Corona begitu saja. Keluarga karena didesak banyak pihak, kenapa kok ditunda,” bebernya.

Padahal, kata Kamil, rapat panitia Munas yang digelar semalam masih menyepakati kegiatan Munas NU bakal digelar sesuai jadwal. Dia pun mempertanyakan keputusan yang dinilainya mendadak ini.

“Mestinya didasari, landasannya kenapa kok tertunda, bukan karena Corona begitu saja. Sebelumnya sudah rapat Munas itu terus, nggak tertunda, sehingga pihak keluarga ini tanda tanya ada permainan politik atau tidak. Rapat padahal tadi malam,” jelasnya.

Di sisi lain, sebagai tuan rumah pihaknya telah mempersiapkan kegiatan tersebut dengan matang. Kamil menyebut jalan kompleks Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang juga telah dipaving agar memudahkan tamu yang hadir.

“Persiapan di rumah sudah siap sampai 90 persen. Sudah kita paving, kita ini itu, sudah 90 persen. Paling ya konsumsi-konsumsi gitu aja, kan memang tinggal seminggu. Tinggal dijalankan saja,” terangnya. (SigiJateng.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *