Pelajaran dari Peristiwa Penusukan Wiranto

aziz4
Komisi E DPRD Jateng Akan Ajukan Perda Ketenagakerjaan
03/10/2019
masruhan-20191026-WA0045
Masruhan Nilai Fachru Razi Cocok Jadi Menteri Agama
28/10/2019

Pelajaran dari Peristiwa Penusukan Wiranto

IMG-20180404-WA0049_2-400x267

Peristiwa penusukan yang menimpa Menkpolhukam Wiranto pada Kamis (10/10/2019) mengejutkan banyak orang. Karena kedua tersangka melakukan dengan nekat, datang menerobos kerumunan orang dan langsung menyerang Wiranto.

Jika nanti ditemukan bahwa penusuk Wiranto adalah orang dari kelompok radikal, sebagaimana yang pernah diungkap oleh Kapolri, bahwa Wiranto adalah satu dari lima tokoh nasional yang masuk dalam daftar pembunuhan oleh kelompok radikal, maka bisa saya katakan bahww kelompok radikal sudah hilang kesabarannya dan akan semakin menunjukkan eksistensinya.

Jika dalam Pilpres mereka bersembunyi di balik dukungannya terhadap 02 sambil dengan malu-malu mengibarkan bendera ISIS yang kadang-kadang disandingkan dengan bendera merah putih; dan kadang-kadang dengan meneriakan Pancasila dan NKRI juga; kini sudah tidak akan lagi berlindung di balik symbol-simbol yang kita junjung tinggi itu. Kepura-puraan mereka sudah berakhir.

Seperti yang terjadi di Negara-negara Arab, mereka akan melakukan perlawanan terbuka dengan berbagai cara. Mereka akan semakin terang-terangan melawan pemerintah yang nenurutnya kafur dan toghut. Mereka akan terang-terangan mengobarkan “jihad” dengan menghalalkan darah sesama orang Islam. Naudlubillah min dzalik.

Kita dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan sambil terus melakukan upaya2 penyadaran terhadap mereka yang diindikasikan sebagai radikalis. Percayalah pemerintah masih terlalu kuat utk mengamankan bangsa dan negara ini. Penegakan hukum harus dikedepankan.

Kita sebagai warga nasyarakat untuk tetap optimistis bahwa Indonesia bukan Syria, bukan seperti Negara-negara Timur Tengah yang punya sejarah panjang peperangan antar umat Islam. Indonesia memang bukan negara Islam, tp Indonesia adalah darussalam. Ayo terus senandungkan shalawat Nabi. Allahumna solli ‘ala Muhammad. (sigijateng.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *