PPP Jateng: Nasionalisme Santri Dibutuhkan untuk Bangsa

MASRUHAN_PPP_JATENG
Bangkitnya Gerakan Santri, Masruhan Samsurie; Ini Tuntutan Zaman
21/10/2020
Mujib2
Labana Kab.Semarang Gelar Nobar Perjuangan Raiz Akbar, KH.Hasyim Asy’ari
26/10/2020

PPP Jateng: Nasionalisme Santri Dibutuhkan untuk Bangsa

masruhan143

SEMARANG - Hari Santri Nasional (HSN) diperingati setiap 22 Oktober. Adanya Hari Santri ini menandakan bangkitnya gerakan kaum santri.

Semangat Islam dengan wajah ramah dan nasionalisme kaum santri inilah yg menjadi pertimbangan pemerintah memutuskan adanya Hari Santri.

"Selain itu, tentunya tidak melupakan peran kaum santri sejak zaman penjajahan sampai kemerdekaan negeri ini sebagai bukti sejarah," kata Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jawa Tengah, Masruhan Samsurie, Kamis (22/10/2020).

Menurutnya, bangkitnya gerakan kaum santri ini diakibatkan tuntutan zaman, ketika pendidikan formal gagap mengatasi gempuran modernitas yang mengancam kepribadian bangsa.

Kekacauan situasi ini ditunjang dengan kemajuan teknologi jaringan internet dan media sosial

"Dari HP (ponsel) yang tergenggam di tangan, bisa menebar berita hoax yang bisa membuat kegaduhan bahkan menebar kebencian dan permusuhan," ujar pria yang juga Ketua DPW PPP Jateng.

Masruhan mengatakan kondisi ini merupakan salah satu kasus kegagalan semua pihak, para pemimpin dan para pendidik dalam membina anam- anam bangsa.

Selain itu, Pondok pesantren (ponpes) selain sebagai institusi pendidikan, juga dinilai sebagai peradaban dunia.

"Santri yang menjiwai konsep 'slam rahmatan lil alamin' (Islam yang menebar kasih sayang untuk semuanya) dan hubbul wathon (cintanya kepada NKRI) sangat dibutuhkan untuk menghadapi gempuran paham liberalisme, komunisme, dan militansi sesat yang benar- benar mengancam keutuhan dan persatuan bangsa," tandasnya.

Peringatan Hari Santri 2020 di Jawa Tengah kali ini digelar secara virtual agar tidak terjadi kerumunan warga.

Selain itu juga acara rangkaian peringatan HSN sudah disiapkan dengan menggabungkan beberapa kegiatan agar lebih efisien, baik yang dibuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun oleh Kanwil Kemenag Jawa Tengah.

Antara lain, lomba Jogo Santri atau menjaga pondok pesantren agar bisa mengikuti protokol kesehatan.

Selain itu ada pemberian bantuan dan beasiswa pembinaan santri yang sudah diprogramkan Kanwil Kemenag dan Pemprov Jateng.

Terkait adanya potensi peringatan HSN selain virtual, Ganjar mengimbau masyarakat agar membatasi jumlah peserta dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Selain itu juga harus dikoordinasikan dengan pemangku kepentingan atau pejabat setempat. Hal itu agar kegiatan dapat terkontrol mengingat saat ini masih dalam pandemi Covid-19.

"Seumpama mereka di lapangan terbuka 50-100 orang masih bisa di-manage, tinggal nanti dikomunikasikan dengan pejabat yang ada di situ agar bisa dikontrol. Kalau tidak bisa lebih baik secara virtual saja, jangan menyelenggarakan secara tatap muka atau beramai-ramai," kata Gubernur Ganjar.

(tribunjateng.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *