PPP Tanggapi Positif Sejumlah Pimpinan Parpol Maju Pilgub Jateng 2018

video-sastra
Sastra Pelataran Semarang
12/04/2017
IMG-20170428-WA0010
Anggota DPRD Kabupaten Semarang dari PPP mendapatkan penghargaan “BK AWARD”
26/04/2017

PPP Tanggapi Positif Sejumlah Pimpinan Parpol Maju Pilgub Jateng 2018

hqdefault

Warta Nasional — Munculnya beberapa Pimpinan partai politik di Jawa tengah sebagai kandidat Gubernur pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 mendapat tanggapan positif dari ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jateng, Masruhan Samsurie.

Hal ini terkait dengan pernyataan Ketua DPD Golkar Jateng Wisnu Suhardono beberapa hari lalu yang siap maju dalam pilgub mendatang, sebelumnya ketua Gerindra Jateng, Abdul Wahid dan mantan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Marwan Djafar dari PKB menyatakan terlebih dahulu kesiapannya.

Ketika didesak apakah PPP juga akan mengajukan ketuanya sendiri akan maju, Masruhan Samsurie, secara diplomatis menyatakan PPP punya banyak kader yang layak untuk ikut berkompetisi.

“Pak Wisnu dan yang lain termasuk incumbent Ganjar Pranowo adalah nama-nama yang patut diapresiasi dan itu menunjukkan kaderisasi partai di Jateng jalan,” kata Masruhan kepada wartanasional.com, Selasa (25/4).

Lanjut Masruhan, ketika didesak lagi kira-kira siapa kader PPP untuk diadu dalam Pilgub mendatang, Ia menyebutkan sejumlah kader PPP Jateng diantaranya ada Akhmad Muqowam anggota DPD RI, Muhammad Arwani Thomafi Anggota DPR RI, Ahmad Marzuqi, Bupati Jepara dan banyak nama lagi.

“Masih banyak kader PPP Jateng yang siap maju dalam Pilgub mendatang,” ungkap Ketua Komisi A DPRD Jateng itu.

Masruhan mengungkapkan, saat ini DPW PPP Jateng, masih melakukan tahapan awal penjaringan nama-nama kader internal yang diagendakan sebulan kedepan nama-nama yang terjaring akan diverifikasi guna mendapatkan satu nama yang paling tepat.

“Amanat Muswil setahun yang lalu mengamanatkan DPW untuk mengambil peran penting dalam Pilgub 2018, dan para kiyai serta pakar PPP mendukungnya,” jelasnya.

Ketika ditanya kenapa tidak secepat partai lain yang sudah memunculkan nama-nama. Masruhan menjelaskan bahwa PPP punya tradisi “membaca waktu” yang tepat mengingat kekuatan PPP dengan perolehan suara ranking ke-enam hasil pemilu 2014.

“Kami tidak laik nggege mongso (jangan memaksakan sesuatu sebelum waktunya) tapi juga tidak perlu takut untuk berkompetisi, sambil melakukan tahapan-tahapan yang diperlukan,” imbuhnya.

Ditambahkan Masruhan, dengan cara ini yang membuat PPP Jateng di bawah kepemimpinannya banyak memenangi Pilkada Kabupaten/Kota di Jateng pada 2016 dan 2017.

“Kondisi internal PPP di Pusat memang tengah dilanda konflik tapi itu justru memicu munculnya energi positif untuk menunjukkan eksistensi partai,” ungkapnya.

Inilah bukti bahwa kekuatan PPP sebagai partai yang berbasis pada ideologi terbuktikan di dua kali dalam Pilkada serentak. Hal serupa akan terjadi juga pasca pilkada DKI Jakarta saat ini.

“Seperti ketika menghadapi pilkada serentak di Jateng dua tahun berturut-turut kami terus mengelola potensi ideologi sebagi perekat sekaligus sebagai candu yang bisa mengobarkan spirit perjuangan para kader dan konstituen,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *