Tudingan Ambil Paksa Kantor DPP PPP Tak Berdasar

ustaz-abdul-somad-foto-instagram
Abdul Somad Dipersekusi, PPP: Usut Pelakunya
11/12/2017
Clipboard02
Aksi Bela Palestina oleh GPK Pekalongan Raya
16/12/2017

Tudingan Ambil Paksa Kantor DPP PPP Tak Berdasar

37089653000_1500183427-201

PPP.OR.ID - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pimpinan Ketua Umum Romahurmuziy angkat bicara tanggapi tudingan pihak Djan Faridz yang mengatakan, mengambil paksa kantor DPP di Jalan Diponegoro, Menteng Jakarta Pusat.

"Tudingan bahwa pengambilalihan kantor DPP PPP secara paksa oleh pengurus hasil muktamar Pondok Gede merupakan fitnah yang yang tak berdasar. Kami masuk ke kantor DPP tanpa ada gesekan sedikitpun kok dibilang biadab," kata Wakil Ketua Departemen Pemuda (Dewan Pimpinan Pusat) DPP PPP Aji Tanjung melalui keterangan persnya, Rabu (13/12/2017).

Menurut Aji Tanjung, pihak Djan Faridz tidak memiliki dasar hukum untuk menempati kantor yang dikuasai secara ilegal sejak 2014. Aji mengingatkan, Putusan PK 79 sudah membatalkan kemenangan Djan Faridz. Kemudian putusan Kasasi 514/2017 juga menolak gugatan Djan Faridz.

Aji pun meminta Sudarto untuk belajar hukum tingkat dasar, karena tidak memahami aturan dan kaidah hukum, dengan mengatakan penempatan kembali kantor DPP PPP di Diponegoro sebagai tindakan yang illegal, bahkan dengan cara paksa.

Tidak hanya itu, Aji juga mengungkapkan, justru yang melakukan tindakan premanisme adalah Djan faridz dengan mengerahkan masa untuk menyerbu kantor DPP.

"Apalagi saya dengar kabar mereka mau mengerahkan preman untuk menyerbu DPP yang saat ini dijaga oleh GPK dan AMK. Kalau itu dilakukan maka akan berhadapan dengan kader PPP se-Indonesia," tuntasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *